Postingan ini membahas tentang Teori Pengaruh (Influences Theoretical). Materi ini di ambil dari buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini yang di tulis oleh Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd
Merujuk pada Brewer (2007:37-38) dikemukakan bahwa berbagai teori yang berbeda mengemukakan sudut pandang mereka masing-masing dalam hal menginterpretasikan pengamatan yang sudah mereka lakukan terhadap anak-anak ketika mereka tumbuh dan berkembang. Bergantung pada orientasi seseorang secara teoritis. Maka orang lain juga akan memperhatikan contoh dari perkembangan anak-anak dengan cara yang berbeda pula. Jika seorang anak yang sedang diamati melemparkan sebuah bola pada suatu target. Maka teori behaviorisme memandang hal di mana mencoba untuk memberikan bantuan pada anak yang dapat membuat anak mengira-ngira tentang jarak yang harus diperhitungkan, apabila jarak semakin dekat maka anak dapat memutuskan untuk menggunakan teknik lemparan apa yang paling efektif.
Pandangan Teori Pengaruh
Teori maturationis (teori kematangan) mungkin mengamati anak yang sama dari sisi kematangan fisiknya yang ditandai oleh kemampuannya untuk dapat menyerap dan melepaskan bola dengan wajar. Teori interaksi akan memandang dari sisi usaha yang dilakukan anak secara berulang-ulang untuk memukul target sebagai bukti bahwa anak dengan aktif akan mencari-cari informasi tentang percepatan dan sudut dari mulai melepaskan pukulan dengan tujuan untuk memukul target (walaupun anak tidak akan diharapkan untuk mampu menyatakan konsep ini secara lisan). Para ahli psikoanalisis akan memandang anak dari sisi pemusatan konsentrasi yang dilakukan oleh anak dengan tujuan untuk melemparkan bola. Dan juga ketertarikan mereka dalam usaha yang mereka lakukan untuk mencoba melempar bola tersebut.
Seorang anak akan berkembang secara menyeluruh. Perkembangan di satu area pasti memengaruhi perkembangan di (dalam) area yang lain. Sebagai contoh, ketika seorang anak menjadi gesit ia membuka lebih banyak lagi yang hal-hal yang lain dari berbagai kemungkinan untuk melakukan eksplorasi dan belajar tentang lingkungan. Anak-anak yang merasakan bahwa mereka sedang belajar dengan sukses. Atau anak-anak yang merasa yakin tentang kemampuan fisik mereka memiliki kepercayaan diri yang baik. Anak-anak yang belajar untuk mampu mengendalikan perilaku mereka yang impulsif dapat berinteraksi dengan orang lain. Atau alat-alat permainan dalam waktu yang lebih lama. Di mana hal ini juga berpengaruh terhadap perkembangan intelektual mereka. Perkembangan sosial, fisik, emosional, dan perkembangan intelektual anak biasanya selalu berkaitan.
baca juga : Teori Interaksi Pada Pertumbuhan Dan Perkembangan