Teori Interaksi Pada Pertumbuhan Dan Perkembangan

Teori Interaksi Pada Pertumbuhan Dan Perkembangan

Postingan ini membahas tentang Teori Interaksi Pada Pertumbuhan Dan Perkembangan. Materi ini di ambil dari buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini yang di tulis oleh Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd

 

Teori Interaksi

 Merujuk pada Brewer (2007:35-37) teori interaksi atau perkembangan ditemukan oleh Piaget. Para tokoh interaksi modern, seperti Bruner dan Forman sedang berkelanjutan untuk melakukan penyaringan teori dari Piaget dan untuk memperjelas konsep tentang perkembangan anak-anak. Piaget dalam Essa (2011:134) percaya bahwa anak-anak itu membangun pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan. Anak-anak bukanlah suatu objek penerima pengetahuan yang pasif; melainkan, mereka dengan aktif melakukan pengaturan pengalaman mereka ke dalam struktur mental yang kompleks.

Konsep Asimilasi, Akomodasi, dan Keseimbangan

Selanjutnya Piaget menguraikan tentang pemikiran anak-anak yang meliputi konsep asimilasi, akomodasi dan keseimbangan. Asimilasi terjadi ketika anak sedang melakukan proses pencocokan informasi ke dalam kategori atau bagan yang ada. Jika seorang anak diberikan pengetahuan tentang “anjing” dan diperlihatkan suatu contoh tentang anjing, seperti misalnya anjing dari jenis bulldog. Contoh yang baru dapat berasimilasi, atau dimasukkan, di bagan yang sudah ada. Jika kemudian diberikan pengetahuan tentang seekor kucing, maka anak akan menciptakan suatu bagan yang baru, bahwa seekor hewan berbulu lembut dan dapat ditimang itu bukanlah anjing. Menciptakan suatu kategori yang baru adalah proses dari akomodasi anak di mana secepatnya menciptakan suatu struktur mental yang yang berkaitan dengan semua hewan yang ada.

Keseimbangan adalah merupakan bagian akhir dari sisa yang mencapai semua informasi atau pengalaman, yang kapan saja dapat dicocokkan ke dalam suatu bagan atau suatu bagan yang baru diciptakan untuk hal tersebut. Keseimbangan ini berumur sangat pendek, sebagai suatu informasi dan pengalaman yang baru yang secara konstan ditemui oleh anak. Ketidakseimbangan menguraikan tentang keadaan mental dari masyarakat di mana ada suatu ketidakseimbangan antara asimilasi dan akomodasi. Ketidakseimbangan dimotivasi oleh suatu keadaan yang terkendali di mana berusaha untuk mencapai keseimbangan. Keseimbangan adalah proses dari pergerakan dari keadaan ketidakseimbangan kepada keadaan seimbang. Keseimbangan akan memberikan kesempatan bagi para anak untuk menggunakan asimilasi dan akomodasi sebagai alat untuk menuju keberhasilan dalam hal keseimbangan.

baca juga : Teori Maturationis Pada Pertumbuhan Dan Perkembangan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *