Modifikasi Permainan Engklek untuk Anak

Modifikasi Permainan Engklek untuk Anak

Dibawah ini merupakan pembahasan mengenai modifikasi permainan engklek untuk anak.

Permainan Engklek

Engklek adalah permainan tradisional anak-anak yang dimainkan di atas bidang permainan berupa gambar 8 kotak dan 1 gunung, dibuat di lantai dengan kapur, arang, atau kayu. Pemain melemparkan gaco ke kotak pertama. Lalu pemain melompat-lompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lain secara berurutan, kecuali kotak tempat gaco. Kemudian pemain kembali ke tempat asal tetap dengan cara melompat dengan satu kaki, sambil mengambil gaco.

Pemain melemparkan gaco ke kotak berikutnya hingga selesai dan harus mengambil gaco dengan badan membelakangi gunung. Setiap kali berhasil, pemain mendapat satu kotak dengan tanda bintang yang tidak boleh diinjak pemain lain. Pemenangnya adalah pemain yang memiliki bintang terbanyak.

Baca juga: Permainan Anak Engklek dan Manfaatnya bagi Anak Usia Dini

Modifikasi Permainan Engklek

Untuk modifikasinya, peneliti menambahkan gambar atau tokoh kartun yang digemari anak-anak, seperti Upin dan Ipin, Tayo, Shivia, dan lainnya. Aturan permainannya adalah anak-anak memiliki identitas kartun yang berbeda dan harus menghafal siapa pemilik identitas itu dengan bertanya pada teman. Selama permainan, anak melempar gaco ke kotak, menyebutkan kartun yang ada, dan pemilik identitasnya. Jika berhasil, ia melanjutkan permainan; jika tidak, ia menunggu giliran kembali.

Permainan terus berjalan hingga ada anak yang bisa menyebutkan semua identitas kartun dengan cepat dan tepat maka ia lah pemenangnya. Media dan sarana  yang digunakan, yaitu lapang atau tempat outdoor yang ramah untuk anak-anak tentunya serta kapur untuk membuat kotak permainan. Selain itu, Gaco yang digunakan merupakan batu mainan agar aman bagi anak.

Permainan ini baik bagi anak-anak, aspek perkembangan sosial dan emosional dapat terlihat ketika anak sedang bermain. Kemudian modifikasi pada permainan engklek ini juga bisa menjadi salah satu stimulus anak untuk berlatih bersosial, yaitu bagaimana ia berkomunikasi dengan anak lainnya untuk mengetahui nama dan identitas kartunnya.

Sementara itu, untuk aspek emosionalnya itu ia di latih sabar ketika ia tidak dapat menyebutkan nama pemilik identitas kartun dan ia harus menunggu giliran selanjutnya. Dengan demikian, bisa dilihat bahwa hasil modifikasi dari permainan ini cukup efektif dalam mengembangkan aspek perkembangan sosial dan emosional anak.

Baca juga: Tahapan Perkembangan Bahasa Anak

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *