Kreativitas dalam Gerak Tari Anak Usia Dini

Kreativitas dalam Gerak Tari Anak Usia Dini

Kreativitas dalam gerak tari idealnya bahan atau materi yang disajikan dalam kegiatan menjadikan anak-anak sebagai pencipta gerak tari. Dalam memilih materi seni tari untuk anak, satu hal yang tak kalah penting adalah guru harus mampu memupuk dan menumbuhkan daya kreatif anak-anak untuk menemukan gerakan baru. Hal ini karena menurut laban (yetti: 2016) menjelaskanbahwa anak-anak mempunyai dorongan alam untuk menampilkan gerakan-gerakan seperti tarian dan secara tidak disadari hal itu merupakan cara yang baik untuk memperkenalkan tari secara dini pada anak, serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kemampuan berekspresi secara spontan melalui geraknya atau free dance.

Kreativitas tari, menurut abdurachman dan kusliana (1979: 34) adalah kreativitas peragaan yang di samping mengungkapkan bentuk seni masa kini juga merupakan kaitan yang tidak dapat dilepaskan dari masalalu. Tari tradisional mempunyai tempat yang tidak kalah pentingnya dari tarian non tradisional, sedangkan komposisi gerak pada ciptaan lama mempunyai tempat yang sangat tinggi dengan komposisi gerakan baru.

Dengan demikian, kegiatan kreatif dalam seni tari, adalah di satu sisi menciptakan yang baru atau mengadakan inovasi, namun di pihak lain juga memberikan interpretasi kepada bentuk-bentuk kreasi lama. Berdasarkan kepada kemampuan alamiah dan kebebasan ekspresi yang dimiliki anak-anak, laban di dalam bukunya yang berjudul modern educational dance (1976) merumuskan tugas yang harus dilakukan sekolah dalam penyelenggaraan tari kreatif, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsip-prinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya (yetti, 2011: 6).

Adapun di indonesia, menurut sedyawati, pembelajaran tari kreatif dari rudolt laban tersebut dikenal dengan istilah tari pendidikan,yaitu tari sebagai sarana pendidikan yang menekankan kepada kreativitas siswa untuk menciptakan sendiri tariannya. Dengan demikian, dalam kegiatan tari kreatit, taktor guru memegang peranan penting, artinya guru sebagai nara sumber harus mempunyai bekal berupa kemahiran berpraktek seni tari yang memadai untuk mampu menggerakkan dayakreasi tari pada murid-muridnya. Selain itu agar mampu melaksanakanm tugasnya dengan baik, seorang guru tari harus mempunyai perhatian dankemahiran akan ilmu pendidikan (yetti, 2011: 7-8).

Walaupun anak-anak mempunyai keterbatasan dalam melihat danmemaknai sesuatu yang ada sekelilingnya, namun setiap anak mempunyaipotensi kreatif. Kekreativan anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan bantuan dari para guru untuk terus selalu membimbingnya,mendorong atau merangsang daya ciptanya, mengarahkan sertamembantu dalam mengungkapkan ide kreatifnya.kreativitas gerak anak dalam menirukan sesuatu, sebaiknya dihimpun dan dipilih sebanyak mungkin, untuk dijadikan bahan dan materi gerakan tari. Abdurachman & rusliana (1979) dalam buku pendidikan kesenian seni tari menjelaskan beberapa bahan dan materipelajaran untuk gerak kreatif anak.

 

baca juga : Gerak-gerak Dasar Berirama Seni Tari AUD

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *