Prematuritas terjadi pada ada kurang lebih 7 dari setiap 100 bayi yang lahir di Amerika setiap tahunnya. Prematuritas paling sering terjadi di kalangan anak pertama dan ini sebagian menyebabkan tingginya angka kematian di kalangan anak pertama. Secara logika biasanya hal ini diakibatkan karena ketidaksiapan mental maupun secara fisik dari ibu dan juga lingkungan bayi. Selain itu, bayi dengan kulit berwarna lebih banyak mengalami prematuritas daripada bayi yang berkulit putih dan bayi dari kelas sosial ekonomi rendah. Wanita yang bertubuh kecil juga lebih mungkin melahirkan secara prematur daripada wanita yang bertubuh besar.
baca juga : Pengaruh Prematuritas Terhadap Perkembangan
Prematuritas biasanya lebih sering terjadi pada kelahiran kembar daripada kelahiran tunggal. Semakin besar jumlah bayi dalam kehamilan kembar semakin besar kemungkinan prematuritas nya. Karena itu tidak heran jika ibu yang memiliki anak kembar lebih dari 2 biasanya menggunakan operasi sesar daripada lahiran normal. Salah satu kerumitan untuk mengetahui berapa banyak bayi yang baru lahir prematur, bagaimana keadaan perkembangannya pada saat lahir, dan bagaimana pengaruh prematuritas terhadap perkembangannya pasca lahir adalah dengan cara menggunakan berat lahir yang rendah sebagai kriteria prematuritas dan tidak mempertimbangkan kriteria lain misalnya usia kehamilan, panjang tubuh, dan lainnya seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Ilmu kedokteran belum mengetahui penyebabnya dengan tepat. Akan tetapi telah ditemukan bukti yang kuat bahwa sejumlah kondisi menyebabkan atau merupakan faktor prematuritas. Diantaranya adalah rahim yang sesak pada kelahiran kembar lingkungan pralahir yang merugikan yang disebabkan gizi buruk dari ibu dan penyakit pada saat kritis masa kehamilan.
Merokok dan minum berlebihan biasanya terdapat dikalangan wanita yang melahirkan secara prematur. Perokok berat sering menderita stres emosional, merokok seperti juga minuman keras berfungsi sebagai pengurang rasa sakit secara psikologis, membantu mereka merupakan kondisi yang disebabkan stress, sedikitnya untuk sementara waktu. Akibatnya tampaknya perokok berat hanyalah tanda luar dari stress. Sampai sekarang tidak ada peneliti untuk mengetahui hubungan antara minum berlebihan dan prematuritas. Peminum berat seperti juga perokok berat, mungkin merupakan faktor pembantu dalam drama tori tas. Meskipun banyak anak yang dilahirkan prematur pada akhirnya tidak menderita pengaruh prematuritas tapi ada juga yang menderita. Bahaya prematuritas yang umum adalah kesulitan dalam penyesuaian sesudah lahir terutama menjalankan pernapasan, kerusakan otak dan kematian dini.