Ketidakberdayaan dan ketergantungan bayi baru lahir

Ketidakberdayaan dan ketergantungan bayi baru lahir

Ketidakberdayaan dan ketergantungan bayi yang baru lahir sangat menonjol sehingga membuat mereka mudah dirawat dan diatur. Beberapa orang tua menjadi terbiasa menunggui anaknya setiap saat sehingga pekerjaan rumah yang lain menjadi terbengkalai. Kebiasaan yang sekali terbentuk cenderung berlanjut sampai jauh sesudah masa bayi berlalu dan anak tidak membutuhkannya lagi. Karena itu setiap orang tua terutama yang baru wajib untuk selalu membagi waktu dengan baik dan membagi pekerjaan dengan pasangan agar bisa saling bergantian menjaga anak. Kadang-kadang seorang ibu terus menemui anaknya hanya karena rasa memiliki atau karena ia mengira bahwa seorang ibu yang baik harus melakukan hal itu. Terkadang ketika ibu menoleh sedikit saja ada suara suara iya menganggapnya itu anak padahal anda sedang tidur pulas. Ibu takut apabila anak bangun kemudian mencarinya.

baca juga: Pengaruh Prematuritas yang Merugikan Bayi

Beberapa ibu terdorong oleh rasa puas yang diperolehnya dengan melakukan hal itu karena perasaan dibutuhkan. Perbedaan perasaan antara masih remaja masih gadis dengan setelah kita memiliki anak. Akan ada rasa naluri keibuan yang kuat yang ada dalam diri kita untuk selalu melindungi anak dari bahaya apapun. Apa saja alasan perilaku orangtua yang demikian akan merusak perkembangan anak sebetulnya kan tetapi ada waktunya anak diminta untuk mandiri. Ada waktu juga anak haruskah kita lindungin. Sayangnya kegagalan menguasai tugas perkembangan bagi anak yang sesuai untuk usia mereka berarti bahwa anak akan sulit menyesuaikan diri dan ini mengakibatkan penyesuaian pribadi yang buruk.

Lebih lanjut anak kecewa karena merasa frustasi dalam usaha mereka untuk belajar sendiri jika sang ibu terus terus melindungi mereka tanpa memberikan kepercayaan bahwa si anak bisa melakukan dan terus melakukan larangan dengan berkata tidak dengan. Semakin frustasi anak maka mereka akan menjadi semakin pemarah dan tidak senang, dan negatif listrik mereka jadinya. Karena orangtua sering tidak mendapat memahami perilaku ini dan merasa bahwa anaknya tidak menghargai apa saja yang telah mereka lakukan maka hubungan orangtua-anak memburuk

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *