Keterlantaran Emosional dan Kasih Sayang Anak

Keterlantaran Emosional dan Kasih Sayang Anak

Keterlantaran emosional (emotional deprivation) tidak berarti bahwa anak-anak terlantar dari semua pengalaman emosional. Keterlantaran yang menyeluruh semacam itu tidak mungkin terjadi. Akan tetapi, hal ini berarti bahwa anak-anak tidak cukup mendapatkan pengalaman emosional yang menyenangkan, terutama keingintahuan, kegembiraan, kebahagiaan, dan kasih sayang. Sayangnya, sebagian besar anak tumbuh dalam lingkungan yang banyak memberikan pengalaman-emosionaltidak-menyenangkan — antara lain kemarahan, ketakutan, kecemburuan, dan rasa iri –, tetapi kekurangan pengalaman emosional yang menyenangkan. Dalam artian yang paling sempit, keterlantaran emosional ada hubungannya dengan keterlantaran kasih sayang.

baca juga : Pengendalian Emosi dan Energi pada Tubuh

Ini berarti meniadakan kesempatan anak untuk mengalami emosi yang menyenangkan seperti gembira, bahagia, dan kasih sayang dari orang lain. Anak yang tumbuh dalam kondisi semacam itu “lapar emosional” (emotionally starved). Hai ini dapat mengakibatkan kerusakan fisik dan psikologis. Mereka tidak hanya terampas dalam hal pengalaman yang memuaskan-ego karena dicintai oleh orang lain, tetapi mereka juga terampas dalam segi hubungan sosial yang akrab yang hanya dapat timbul oleh kasih sayang dan cinta.

SEBAB KETERLANTARAN KASIH SAYANG

Banyak kondisi yang mempengaruhi keterlantaran kasih sayang. Bayi atau anak kecil mungkin mengalami keterjantaran emosional karena dititipkan di panti asuhan. Aatau mungkin mereka terjantar dari sumber kasih sayang tetap karena kematian salah satu atau kedua orang tua. Sekalipun anak-anak tinggal bersama orang tua, mereka mungkin terlantar dalam hal kasih sayang. Hal ini karena penolakan orang tua, diabaikan, atau mendapat perlakuan yang salah, atau mungkin karena orang tua berpandangan bahwa memperlihatkan kasih sayang berarti “‘memanjakan” anak (40, 65, 69). Sebaliknya, keterlantaran kasih sayang mungkin disebabkan oleh penolakan anak terhadap orang tua karena orang tua tidak memenuhi kebutuhan mereka.

Hal ini terutama berkembang apabila mereka mencapai usia kanak-kanak pertengahan yang penuh dengan kesadaran berkelompok-dengan-teman-sebaya. Juga ketika mereka melihat bahwa orang tua mereka “‘berbeda” dari orang tua teman sebaya. Jika anak menolak orang tua mereka, timbullah hubungan orang tua — anak yang tegang. Orang tua tidak dapat memberikan kasih sayang kepada anak-anak mereka. Anak yang tidak populer di kalangan teman sebaya dan yang mempunyai hubungan buruk dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Terlantar dari dua sumber kasih sayang yang penting dan juga terlantar dari rasa aman yang ditimbulkan oleh kasih sayang.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *