Individualitas: karakteristik bayi yang baru lahir

Individualitas: karakteristik bayi yang baru lahir

Individualitas merupakan salah satu karakteristik dari bayi yang baru lahir. Tidak ada 2 bayi yang baru lahir sama penampilan perilakunya. Masing-masing memulai hidupnya sendiri dengan individualitas yang semakin nyata setelah terbukanya potensi bawaan. Individualitas bahkan juga tampak pada anak kembar. Suatu penelitian longitudinal tentang anak kembar menemukan bahwa individualitas sebagian disebabkan oleh perbedaan berat lahir seperti kembar yang lebih kecil mengalami kesulitan penyesuaian yang lebih besar dan dalam hal ini tampak dalam masalah tidur dan makan, ledakan amarah , mudah terganggu. Akibatnya , ada gambar mengembangkan pola kepribadian yang sangat berbeda.


Sebagian orang menganggap bahwa individualitas merupakan hasil perbedaan bawaan , yang lain menganggap bahwa keturunan hanya memainkan peran kecil sedangkan lingkungan lebih berperan dan kelompok lainnya berpendapat bahwa peran keturunan dan lingkungan kurang lebih sama. Ilmiah mengenai penyebab individualitas yang ada pada saat lahir telah menunjukkan bahwa faktor keturunan dan lingkungan yang mempengaruhi adanya perbedaan antara bayi tetapi faktor lingkungan yang memegang peran yang lebih ekstensif sehingga memainkan peran yang lebih penting dari pada faktor keturunan.


Badan bayi yang baru lahir melaporkan adanya perbedaan individu dalam sejumlah bidang perkembangan. Penemuan yang paling penting dalam penelitian tersebut diantaranya penampilan , mempertahankan homeostasis, kegiatan motorik pengalihan perhatian , perubahan pola hidup dan menangis. Dalam penampilan, satu-satunya persamaan pada semua bayi ialah ukuran yang kecil dan memilikibagian lebih berat di bagian atas. Beberapa diantaranya tambah gemuk, sedangkan yang lainnya tampak matang dan dua. Tidak semua banyak merasakan hal yang sama ketika mereka ditimang. Bayi yang baru lahir sangat bervariasi kemampuannya untuk mempertahankan homeostasis. Ini menyebabkan individualitas dalam penyesuaian pertama dalam tanggapannya terhadap makanan , pola tidur, menangis, kegiatan motorik , dan kebutuhan akan perhatian. Sebagai contoh , sebagian bayi mampu menerima makanan sejak awal sehingga mereka hanya kehilangan sedikit berat badan. Sebagian yang lain mengalami kesulitan dalam penyesuaian menghisap dan menelan sehingga kehilangan sejumlah berat badan.

baca juga : Pengaruh Prematuritas Terhadap Perkembangan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *