Bagaimana emosi mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak?
Emosi menambah rasa nikmat bagi pengalaman sehari-hari. Bahkan emosi seperti kemarahan dan ketakutan juga menambah rasa nikmat bagi kehidupan dengan memberikan suatu kegembiraan. Kenikmatan tersebut terutama ditimbulkan oleh akbatnya yang menyenangkan. Emosi menyiapkan tubuh untuk melakukan tindakan. Emosi yang semakin kuat akan semakin mengguncangkan keseimbangan tubuh untuk persiapan dan bertindak. Jika persiapan ini ternyata tidak berguna, anak akan gelisah dan tidak tenang.
Ketegangan emosi mengganggu keterampilan motorik.
Persiapan tubuh untuk bertindak ternyata menimbulkan gangguan pada keterampilan motorik sehingga anak menjadi canggung dan dapat menyebabkan timbulnya gangguan bicara. Emosi merupakan suatu bentuk komunikasi melalui perubahan mimik wajah dan fisik yang menyertai emosi. Anak-anak dapat mengkomunikasikan perasaan mereka kepada orang lain dan mengenal berbagai jenis perasaan. Emosi mengganggu aktivitas mental karena kegiatan mental seperti konsentrasi, pengingatan, pena aran, dan lain-lain, sangat mudah dipengaruhi oleh emosi yang kuat.
baca juga : Kognitif, Sosial Emosional, dan Seni Tari
Anak-anak yang menghasilkan prestasi di bawah kemapuan intelektual mereka apabila emosi mereka terganggu. Emosi merupakan sumber penilaian-diri dan sosial. Orang dewasa menilai anak dari cara anak menunjukkan ekspresikan emosi apa saja yang dominan. Perlakuan orang dewasa yang didasarkan atas penilaian tersebut merupakan rujukan bagi anak untuk melakukan penilaian-dirl.
Emosi mewarnai pandangan anak terhadap kehidupan
Bagaimana anak-anak memandang peran mereka dalam kehidupan dan posisi mereka dalam kelompok sosial dipengaruhi oleh emosi yang ada pada mereka. Seperti malu, takut, agresif,ingin tahu, atau bahagia. Emosi mempengaruhi interaksi sosial. Semua emosi, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, mendorong interaksi sosial. Melalui emosi anak belajar cara mengubah perilaku agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan dan ukuran sosial.
Emosi memperlihatkan kesannya pada ekspresi wajah.
Emosi yang menyenangkan akan mempercantik wajah anak-anak, sedangkan emosi yang tida kmenyenangkan akan menyuramkan wajah dan menyebabkan anak-anak jadi kurang menarik. Karena umumnya orang tertarik atau tidak, tergantung pada ekspresi wajah.
Emosi memain-kan peran penting bagi penerimaan sosial.
Emosi mempengaruhi suasana psikologis baik di rumah, sekolah, tetangga ataupun pada kelompok bermain. Ini mempengaruhi suasana psikologis yang terjadi, demikian juga sebaliknya. Anak yang tempertantrum menjengkelkan dan mempermalu orang lain, sehingga mengubah suasana psikologis kepada kemarahan dan kebencian. Hal ini membua tanak merasa tidak dicintai dan tidak diinginkan,reaksi emosional apabila diulang-ulangkan berkembang menjadi kebiasaan. Setiap ekspresi emosi yang memuaskan anak akan diulang-ulang. Dan pada suatu saat yang tertentu akan berkembang menjadi kebiasaan dengan tumbuhnya anak. Jika mereka menjumpai reaksi sosial yang tidak menyenangkan,mereka akan mendapatkan kesukaran untuk mengubah kebiasaan