Tahapan ZPD pada Teori Konstruktivisme

Tahapan ZPD pada Teori Konstruktivisme

Postingan ini membahas tentang Tahapan ZPD pada Teori Konstruktivisme. Materi ini di ambil dari buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini yang di tulis oleh Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd

 

 Zona Proximal Development (ZPD)

 Terdapat 4 (empat) tahapan zona proximal development (ZPD), yaitu: pertama, tindakan anak masih dipengaruhi oleh orang lain; kedua, tindakan anak didasarkan atas inisiatif sendiri; ketiga, tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi; serta keempat, tindakan spontan yang diulang-ulang sehingga anak siap berpikir abstrak. Penerapan teori konstruktivisme dalam program kegiatan bermain pada anak usia dini haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1.  anak hendaknya memperoleh kesempatan luas dalam kegiatan pembelajaran guna mengembangkan potensinya;
  2. pembelajaran pada anak usia dini hendaknya dikaitkan dengan tingkat perkembangan potensial daripada perkembangan aktualnya;
  3. program kegiatan bermain lebih diarahkan pada penggunaan strategi;
  4. anak diberi kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang telah dipelajari dengan pengetahuan prosedural untuk melakukan tugas-tugas dan memecahkan masalah dan;
  5. proses belajar dan pembelajaran tidak sekadar bersifat transferal tetapi lebih merupakan ko-konstruksi.

Peran guru anak usia dini dalam hal ini adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara terbaik dengan membangun minat, kebutuhan, dan kelebihan-kelebihan yang ada pada setiap anak.

kesimpulan teori konstrukstivisme

Sebagai kesimpulan dari pembahasan tentang teori konstrukstivisme adalah: (1) aliran konstruktivisme meyakini bahwa pembelajaran terjadi saat anak berusaha memahami dunia disekeliling mereka, anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap dunia sekitar dan pembelajaran menjadi proses interaktif yang melibatkan teman sebaya, orang dewasa dan lingkungan; dan (2) setiap anak membangun pengetahuan mereka sendiri berkat pengalaman-pengalaman dan interaksi aktif dengan lingkungan sekitar dan budaya di mana mereka berada melalui bermain.

baca juga  : Teori Konstruktivisme Pertumbuhan dan Perkembangan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *