Aspek Perkembangan Anak Usia Dini (1)

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini (1)

Postingan ini membahas tentang Aspek Perkembangan Anak Usia Dini (1). Materi ini di ambil dari buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini yang di tulis oleh Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd

 

Catron dan Allen (1999:23-26) menyebutkan bahwa terdapat 6 (enam) aspek perkembangan anak usia dini, yaitu kesadaran personal, kesehatan emosional, sosialisasi, komunikasi, kognisi dan keterampilan motorik sangat penting dan harus dipertimbangkan sebagai fungsi interaksi. Kreativitas tidak dipandang sebagai perkembangan tambahan, melainkan sebagai komponen yang integral dari lingkungan bermain yang kreatif. Selanjut Catron dan Allen (1999:23-26) memaparkan terdapat 6 (enam) aspek yang perlu dikembangkan, yaitu kesadaran personal, pengembang emosi, sosialisasi, komunikasi, kognisi dan perseptual motorik. Berikut adalah penjelasan singkat di aspek-aspek tersebut. Pertumbuhan anak pada enam aspek perkembangan di bawah ini membentuk fokus sentral dari pengembangan kurikulum bermain kreatif pada anak usia dini.

Kesadaran Personal

Permainan yang kreatif memungkinkan perkembangan kesadaran personal. Bermain mendukung anak untuk tumbuh secara mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungannya. Melalui bermain anak dapat menemukan hal yang baru, bereksplorasi, meniru, dan mempraktikkan kehidupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun keterampilan menolong dirinya sendiri, keterampilan ini membuat anak merasa kompeten.

Pengembangan Emosi

Melalui bermain anak dapat belajar menerima, berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif. bermain juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal diri mereka sendiri dan untuk mengembangkan pola perilaku yang memuaskan dalam hidup.

Membangun Sosialisasi

Bermain memberikan jalan bagi perkembangan sosial anak ketika berbagi dengan anak lain. Bermain adalah sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentrisme. Bermain dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa sosialisasi anak. Melalui bermain anak dapat belajar perilaku prososial seperti menunggu giliran, kerja sama, saling membantu, dan berbagi.

baca juga : Hakikat Perkembangan Anak Usia Dini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *