Apresiasi seni tari anak usia dini menyangkut kegiatan yang bersifat batiniah, bukan lahiriah. Karena kegiatan-kegiatan yang bersilat apresiatif, tentu lebih latihaan fisik (Abdurachman dan Rusliana, 1979: 39). Hal ini disebabkan Ketika kita mengamati suatu karya seni-terutama dalam seni tari penonton hanya melihat apa yang dilihat (gerakan tarian, Kostum, tata rias, panggung, dan sebagainya).
Kita akan mendapat hasil yang lengkap dan menyeluruh jika menggap tari sebagai satu kesatuan dengan apa yang didengar dan dirasakan (Abdurachman dan Rusliana, 1983: T6). Berpijak dari hal tersebut, agar supaya anak-anak mendapatkan pengalaman dalam mengapresiasi seni tari, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, (Abdurachman dan Rusliana, 1983: 16-17), yaitu:
- Pengenalan seni tari “Tak kenal maka tak sayang adalah pribahasa lama yang sudah sering kita dengar, yang menyiratkan bahwa mengenali dan memahami sesuatu adalah hal yang mendasar dan pertama, sebelum tumbuh rasa cinta. Begitu pula dalam pembelajaran seni tari. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam kegiatan mengapresiasi seni tari adalah dengan mengenalkan seni tari kepada anak-anak. Dalam hal ini anak dikenalkandengan macam-macam bentuk tari, beraneka ragam kostum tari, dan lainsebagainya.
- Menikmati seni tari. Pengalaman-pengalaman estetis dalam tahapan ini adalah aktivitas anak-anak diarahkan untuk membangkitkan berbagai maca perasaan tertentu, yang pada akhirnya akan menstimulus senang atau tidak atau kecewa, dan sebagainya.
Penghargaan atau penilaian seni tari
Setelah anak mengenal berbagai macam bentuk seni tari, kemudian akan menikmati gerakan seni tari tersebut, maka selanjutnya anak melakukan kegiatan apresiasi (mengnargai dan menilal seni tari). Prinsip kegiatan apresiasi bagi anak-anak tentunya harus disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Dalam hal ini, guru harus harus mampu membimbing anak-anakalam kegiatan apresiasi ini dan dapat mengarahkan mereka. Sehingga anak-anak menyenangi atau mengagumi seni tari dan menghargai karya-karya tari.
Selain itu, sedikit demi sedikit guru mampu membimbing anak-anak untuk tidak hanya menggambarkan gerakan tari itu sebatas senang atau tidak senang, bagus atau jelek saja, namun anak-anak juga dapat mengomentari dengan jelas apa yang dilihat, didengar, dan juga dirasa. Kemudian, yang tak kalah penting dalam kegiatan apresiasi seni tari ini adalah kita juga harus memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong dan meningkatkan taraf apresiasi anak-anak, yaitu antara lain,dengan:
- Menonton pertunjukkan tari
- Menonton latihan tari
- Mengamati kostum tari
- Mengamati tata rias tari
- Menonton lomba tari (Abdurachman dan Rusliana, 1983: 60-63).
baca juga : Kognitif, Sosial Emosional, dan Seni Tari