Perkembangan Motorik sebagai dasar perkembangan anak dilihat dari kegiatan anak sehari-hari. Bergerak aktif kian kemari adalah aktivitas alami anak-anak, dar itu adalah hal yang lumrah. Justru ketika kita menemui anak yang diam kita akan berfikiran “negatif” tentangnya, apakah dia sedang sakit, sedih atau yang lainnya. Dengan demikian bisa dikatakan, bahwa gerakan aktif anak dalam kesehariannya adalah simbol atau tanda mereka ada dalam keadaan baik-baik saja.
Dalam menjelaskan tentang perkembangan motorik anak, Elizabeth Hurlock (Fakhrudin: 2010) telah melakukan penelitian dan pengamatan pada anak yang sedang bermain di halaman sekolah atau pusat permainan. Hasil dari penelitian tersebut, Hurlock menjelaskan, bahwa ketika anak-anak bermain, yang dalam hal ini mereka secara alamiah dan otomatis menggerakkan badan dan organ-organnya, akan menyeruak keterampilan motorik baru yang masing-masing membentuk pola kehidupan. Atau dalam bahasa lain, pergerakan yang dilakukan oleh anak-anak membuatmereka berusaha memaknai setiap dinamika yang berkembang di dalamdiri dan di sekitar mereka.
baca juga : Individualitas Lebih Tampak Kegiatan Motorik
Pertumbuhan motorik anak, baik kasar maupun halus, tidak mungkin berkembang begitu saja, akan tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mencakup kesiapan belajar, kesempatan belajar, kesempatan praktek, bimbingan, dan motivasi dari guru. Apabila salah satu factor tidak ada, maka perkembangan anak tidak berkembang dengan baik. Sementara itu, menurut Zulkipli (Kusumastuti, 2009) menjelaskan gerakan yang sering dilakukan anak-anak, dapat dibedakan menjadi 3(tiga) golongan, yaitu:1.Motorik statis, yaitu gerakan tubuh sebagai upaya memperoleh keseimbangan gerak pada saat bejalan.Motorik ketangkasan, yaitu gerakan untuk melakukan tindakan yang8benwujud ketangkasan dan keterampilan.
Motorik penguasaan, yaitu gerakan yang dilakukan untuk mengendalikan otot-otot tubuh sehingga ekspresi muka terlihat jelas. Dalam hal demikian, orangtua dan guru sejatinya harus membimbing dan menyediakan panduan khusus untuk membantu pengembangan motorik ini. Hal ini sangat penting dilakukan, karena seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa perkembangan motorik ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi dengan perkembangan aspek lainnya, semisal kognitit, bahasa, emosional dan sosial. Seni tari adalah salah satu alternatif yang bisa dijadikan sebagai media untuk membantu perkembangan motorik anak. Gerak adalah bahan dasar dari sebuah tarian. Dalam sebuah pembelajaran tari, anak belajar tentang bagaimana bergerak, mempergunakan gerak, serta mengembangkan kemampuannya melalui gerakan,