Fungsi seni tari bagi anak usia dini seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa berpengaruh terhdap aspek perkembangan anak. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejaklahir sampai dengan usia enam tahun. Dalam penerapannya, dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan, arahan dan motivasi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani, agar anak mempunyai kesiapan dalam mema-suki pendidikan lebih lanjut dan modal untuk berkomu-nikasi dan bersosialisasi dengan masyarakatsekitar.
Dalam proses pendidikan tersebut, membuat anak nyaman dan bahagia adalah kunci utama. Hal ini karena dunia anak, adalah dunia yang penuh dengan kegembiraan, kesenangan, kehangatan, dan keceriaan. Sehingga segala aktivitas yang diperuntukkan anak-anak -termasuk proses pembelajaran haruslah yang senantiasa melahirkan kenyamanan. Jika anak sudah merasa senang, maka dengan senang hati pula mereka mengikuti proses pembelajaran. Dalam hal demikian, kesenian,jelas mempunyai peran yang vital dalam proses belajar mengajar anak-anak. Hal ini karena kesenian mengajarkan keindahan, kesenangan, dankegembiraan bagi anak-anak. Apalagi menurut Seeteldt & Wasik (2008),kesenian adalah dasar dalam setiap pembelajaran.
Kemudian, Umar Fakhrudin (2010: 198), menjelaskan bahwa semua anak sejatinya mempunyai jiwa seni dalam dirinya. Dalam belajar kesenian, aspek motorik, kognisi, emosional-sosial dan lainnya saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Selain itu,melalui aktivitas kesenian juga, anak dapat mengekspresikan gagasan atau ide kreatifnya. Hal ini karena dalam berbagai aktivitas bidang kesenian, termasuk seni tari, terdapat banyak kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan kreativitasnya. Hal ini terlihat ketikaanak menggerakan tubuhnya ketika ada musik. Dalam hal tersebut, disamping anak-anak menikmati kesempatan untuk bergerak sesuai musik, di lain sisi juga sekaligus mengekspresikan kemampuan kreatifnya dalam membuat gerakan baru yang sesuai dengan iringan musik.
Dalam pembelajaran seni tari misalnya, sejatinya tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan seni itu sendiri, akan tetapi juga untuk mengembangkan potensi dan dimensi lain yang dimiliki anak. Hal ini karena dalam pembelajaran tari, berbagai dimensi keilmuan tercakup didalamnya. Cakupan itu antara lain, berhitung, membaca, bercerita, gerakunyanyian, serta nilai-nilai kehidupan seperti kedisiplinan, ketekunan, kerja sama dalam kelompok, dan lainnya (Purnomo, 2013). Dengan demikian, seni tari tidak hanya mengajarkan gerak semata. Akan tetapi, di lain sisi juga dapat dijadikan sebagai sarana penanaman nilai-nilai kehidupan kepada anak sedini mungkin. Penanaman nilai-nilai kehidupan ini dikarenakan di dalam tari penuh dengan simbolik dan filosofis. Setiap gerak yang diciptakan ataupun dilakukan mempunyai makna sendiri. Oleh karena itu, pembelajaran seni tari seharusnya tida khanya mengembangkan kemampuan menari atau ranah psikomotorik saja, tetapi juga mencakup ranah afektif dan kognitif.
baca juga : Perkembangan Bahasa AUD dan Seni Tari