Tari merangasang kreativitas anak dengan kegiatan-kegiatan dan aktivitas untuk merangsang perkembangannya dengan cara yang menyenangkan. Seperti kata Hurlock (2002) bahwa Kreativitas dapat dipupuk atau dibekukan oleh pengaruh lingkungan, maka, seyogyanya lingkungan anak harus disiapkan agar merangsang Kreativitas anak dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas. Seni tari memberikan peluang untuk mengembangkan kemampuan dasar kreativitas anak. Unsur kreativitas dalam seni tari dapat dilihat ketika anak mengungkapkan ide-idenya terkait penciptaan gerak tari. Kemudiand engan mendorong anak agar berani mengungkapkan ide-idenya tersebut.
Setiap anak itu kreatif, tugas sebagai pendidik adalah bagaimana merangsang kreativitasnya yaitu dengan memberikan bimbingan atau arahan dalam penciptaan gerak tari sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman anak ,serta dengan mendorong anak agar berani mengungkapkan Ide-ide kreatifnya. Proses menemukan dan mengungkapkan ide-ide itulah yang disebut kreativitas anak dalam seni tari. Berdasarkan hal tersebut, dapat penulis jelaskan bahwa kreativitas dalam seni tari berkaitan dengan adanya penemuan, pengalaman, dan proses pembelajaran untuk menghasilkan ide baru. Dalam hal ini tentunya
terkait dengan gerak tari. Proses penciptaan sebuah gerakan tarian itulah yang dapat membentuk kreativitas anak. Sedangkan ide menciptakan sebuah gerakan tari didapatkan anak dari hasil kreasi dan imajinasi mereka berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka alami sebelumnya. Selain itu, pemanfaatan lingkungan dan alam sekitar juga bisa digunakan sebagai sumber kegagalan dalam pembelajaran seni tari, atau juga bisa menjadi faktor perangsang untuk menumbuhkembangkan imajinasi-imajinasi kreatif anak.
Walaupun dalam pelaksanaan menciptakan sebuah ide tersebut,anak-anak terkadang mengalami kesulitan. Akan tetapi, pada dasarnyas etiap anak mempunyai potensi kreatit, di mana kreativitas anak-anak,dapat tumbuh dan berkembang apabila selalu diberi arahan, rangasangan,dan motivasi yang berkelanjutan dan terarah oleh para pendidik. Dalamhal ini, seorang anak yang mengikuti tari, maka secara tidak langsung akan mendapatkan dua unsur yang terbentuk pada dirinya, yaitu kecerdasanemosi dan kreativitas. Lebih lanjut, Olatoye (Maharani Eka, 2013)menyatakan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi seseorang (anak),,maka semakin tinggi pula kreativitasnya, dan juga belaku sebaliknya. Seseorang yang mempunyai kecerdasan emosI yang tinggi, beradapada keadaan emosi yang stabil. Maka, dalam hal demikian, akan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan emosi, sehingga sangat memungkinkan untuk dapat bertikir dan berkreasi dengan baik dan maksimal. Dengan demikian, ketenangan diri akan mempengaruhi proses pemikiran, yang nantinya akan dapat menghasilan ide-ide pemikiranyang kreatif.
baca juga : Metode Pembelajaran dalam Seni Tari