Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

Taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis Dilihat dari pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Terdapat dua cara menaksir yaitu a point estimate dan interval estimate atau sering disebut confidence interval. A point atau . Taksiran adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan 1 nilai data sampel. Sedangkan interval estimate atau taksiran interval adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel. Saya berhipotesis atau menaksir bahwa daya tahan kerja orang indonesia itu 10 jam perhari. Hipotesis ini disebut point estimate, karena daya tahan kerja orang indonesia ditaksir melalui satuan nilai yaitu 10 jam perhari . Bila hipotesisnya berbunyi daya tahan kerja orang indonesia antara 8 sampai dengan 12 jam perhari maka hal ini disebut interval estimate. Nilai interval nya adalah 8 sampai 12 jam.

Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal atau poin estimate akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate . Menaksir daya tahan kerja orang indonesia 10 jam perhari akan mempunyai kesalahan yang lebih besar bila dibandingkan dengan nilai taksiran antara 8 sampai dengan 12 jam. Makin besar interval taksirannya maka akan semakin kecil kesalahannya. Menaksir kegiatan kerja orang indonesia 6 sampai 14 jam perhari akan mempunyai kesalahan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan interval taksiran 8 sampai 12 jam untuk selanjutnya kesalahan taksiran ini dinyatakan dalam peluang yang berbentuk prosentasenya. Penaksir daya tahan kerja orang indonesia dengan interval antara 6 sampai dengan 14 jam perhari akan mempunyai persentase kesalahan yang lebih kecil biasanya dalam penelitian kesalahan taksiran ditetapkan terlebih dahulu dan yang digunakan pada umumnya adalah 5% dan 1%.

Taksiran 5% biasanya digunakan oleh rumpun ilmu sosial, sedangkan 1% digunakan oleh rumpun ilmu kesehatan. Hal ini berkaitan dengan subjek atau populasi yang digunakan dalam penelitian. Jika orang kesehatan menggunakan 5% maka sangat fatal karena mereka berkaitan dengan nyawa seseorang. Perlu pertimbangan matang bagi orang kesehatan karena mereka menyelamatkan nyawa seseorang. Seperti halnya dengan pengujian obat-obatan jika pasalnya sampai 5% itu berbahaya. Karena itu dianjurkan dalam melakukan penelitian taksiran kesalahannya hanya sebesar 1% saja. Sementara untuk orang ilmu hukum sosial masih dalam tahap 5%. Karena mereka tidak secara langsung meskipun perkembangannya akan berdampak pada kehidupan anak atau subjek selanjutnya hal ini tidak akan separah dalam pengujian dunia kesehatan

Baca juga: Hambatan dalam Penelitian jika Subyek Anak

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *