Perkembangan Fisik Masa Kanak-kanak Akhir
Pertumbuhan fisik cenderung lebih stabil atau tenang sebelum memasuki masa remaja. Ini diperlukan oleh anak untuk belajar berbagai kemampuan akademik. Anak menjadi lebih tinggi, lebih berat, lebih kuat serta belajar berbagai keterampilan. Kenaikan tinggi dan berat badan bervariasi antara anak yang satu dengan yang lain. Peran kesehatan dan gizi sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang pertumbuhannya begitu cepat. Jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang berkembang pesat pada masa pubertas. Perubahan nyata terlihat pada system tulang, otot dan keterampilan gerak.
Keterampilan gerak mengalami kemajuan pesat, semakin lancar dan lebih terkoordinasi dibanding dengan masa sebelumnya. Berlari, memanjat, melompat, berenang, naik sepeda, main sepatu roda adalah kegiatan fisik dan keterampilan gerak yang banyak dilakukan oleh anak. Untuk kegiatan yang melibatkan kerja otot besar anak laki-laki lebih unggul daripada anak perempuan. Kegiatan fisik sangat perlu untuk mengembangkan kestabilan tubuh dan kestabilan gerak serta melatih koordinasi untuk menyempurnakan berbagai keterampilan.
baca juga : Implementasi Penilaian Perkembangan Kognitif Piaget
Kebutuhan untuk selalu bergerak perlu bagi anak karena energi yang terumpuk pada anak perlu penyaluran. Di samping itu kegiatan jasmani diperlukan untuk lebih menyempurnakan berbagai keterampilan menuju keseimbangan tubuh, bagaimana menendang bola dengan tepat sasaran, mengantisipasi gerakan. Pada prinsipnya selalu aktif bergerak penting bagi anak. Perbedaan seks dalam pertumbuhan fisik menonjol dibanding tahun sebelumnya yang hampir tidak nampak.
Perkembangan Kognitif Masa Kanak-kanak Akhir
Menurut Piaget, masa kanak-kanak akhir berada dalam tahap operasional konkret dalam berfikir (usia 7-12 tahun). Konsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep yang samar-samar dan tidak jelas sekarang lebih konkret. Anak menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah-masalah yang aktual. Anak mampu menggunakan kemampuan mentalnya untuk memecahkan masalah yang bersifat konkret. Kini anak mampu berfikir logis meski masih terbatas pada situasi sekarang yang bersifat konkret.
Masa kanak-kanak akhir menurut Piaget (Partini, 1995: 52-53) tergolong pada masa Operasi Konkret dimana anak berfikir logis terhadap obiek yang konkret, berkurang rasa egonya dan mulai bersikap sosial. Terjadi peningkatan dalam hal pemeliharaan, misalnya mulai mau memelihara alat permainannya. Mengelompokkan benda-benda yang sama ke dalam dua atau lebih kelompok yang berbeda. la mulai banyak memperhatikan dan menerima pandangan orang lain. Materi pembicaran lebih ditujukan kepada lingkungan sosial, tidak pada dirinya sendiri.