Perkembangan Bahasa Masa Kanak-Kanak Akhir

Perkembangan Bahasa Masa Kanak-Kanak Akhir

Perkembangan bahasa masa kanak-kanak akhir

Kemampuan bahasa terus tumbuh pada masa ini. Anak lebih baik kemampuannya dalam memahami dan menginterpretasikan komunikasi lisan dan tulisan. Pada masa ini perkembangan bahasa nampak pada perubahan perbendaharaan kata dan tata bahasa. Bersamaan dengan pertumbuhan perbendaharaan kata selama masa sekolah, anak-anak semakin banyak menggunakan kata kerja yang tepat untuk menjelaskan satu tindakan seperti memukul, melempar, menendang, atau menampar. Mereka belajar tidak hanya untuk menggunakan banyak kata lagi,tetapi juga memilih kata yang tepat untuk penggunaan tertentu.

Table of Contents

Menulis

Area utama dalam pertumbuhan bahasa adalah pragmatis, yaitu penggunaan praktis dalam bahasa untuk komunikasi. Anak kelas satu merespon prtanyaan orang dewasa dengan jawaban yang lebih sederhana, jawaban pendek. Sebagian besar anak usia 6 tahun sudah dapat menceriterakan kembali satu bagian pendek dari buku, film, atau pertunjukan televisi. Belajar membaca dan menulis membebaskan anak-anak dari keterbatasan untuk berkomunikasi langsung. Menulis merupakan tugas yang dirasa lebih sulit daripada membaca bagi anak. Cara belajar menulis dilakukan setahap demi setahap dengan latihan dan seiring dengan perkembangan membaca.

Membaca

Membaca memiliki peran penting dalam pengembangan bahasa. Pada masa ini perubahan terjadi dalam hal anak berfikir tentang kata-kata. Mereka menjadi kurang terikat dengan kegiatan dan dimensi pengamatan yang berhubungan dengan kata, dan menjadi lebih analistis dalah hal penggunaan kata-kata. misalnya : bila anak diminta menyebut sebuah benda yang berhubungan dengan kata yang didengar, misalnya anjing. Maka anak akan merespon dengan satu kata yang menunjukkan penampilannya seperti: hitam,besar. Atau kepada kegiatan yang berhubungan dengan anjing seperti: duduk gonggong anjing.

baca juga : Perkembangan Bahasa & Bicara Kanak-Kanak Awal

Anak yang lebih tua lebih sering merespon anjing dengan menghubungkannya dengan kategori binatang yang dekat atau menyerupai seperti kucing, dokter hewan. Meningkatnya kemampuan menganalisis membantunya untuk mengerti yang tidak secara langsung berhubungan dengan pengalaman pribadinya. Anak bisa membedakan anatara kata saudara kandung dengan saudara sepupu, desa dengan kota dan sebagainya. Demikian juga peningkatan dalam tata bahasa. Anak bisa membandingkan, sehingga bisa mengatakan lebih pendek, lebih dalam dan sering bersifat subjectif. Anak biasanya menggunakan berbagai aturan dalam tata bahasa.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *