Modul sebagai Bahan Ajar

Modul sebagai Bahan Ajar

Dibawah ini merupakan pembahasan mengenai modul sebagai bahan ajar.

Modul merupakan salah satu jenis bahan ajar yang bisa dikembangkan oleh guru di sekolah dasar, sehingga dengan modul ini membantu terselenggaranya proses pembelajaran yang mandiri. Latar belakang pembelajaran menggunakan modul dipengaruhi oleh banyaknya penemuan-penemuan baru mengenai system pembelajaran baru yang menekankan kepada prinsip-prinsip belajar sendiri dan ketuntasan belajar. Selain itu adanya ketidakpuasaan terhadap system pembelajaran lama yang kurang memperhatikan potensi dari peserta didik.

Modul sebagai bahan ajar ini berbeda dengan buku, modul merupakan satu unit program pembelajaran yang dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu dan dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil yang memungkinkan dipelajari secara mandiri oleg siswa dalam satuan waktu tertentu. Tujuan pembelajaran dengan modul adalah guna membantu siswa dalam menguasai kompetensi pada masing-masing mata pelajaran. Modul biasanya di desain dalam bentuk printed material yang berbeda dengan handout, buku teks & bahan tertulis lain (diklat, makalah, ringkasan bahan pelajaran).

Kenapa modul merupakan bahan ajar yang tepat?

  1. Membantu mengatasi kelemahan-kelemahan system pembelajaran konvensional
  2. Meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar siswa
  3. Mewujudkan belajar dengan konsentrasi yang lebih meningkat
  4. Mewujudkan prinsip maju berkelanjutan
  5. Meningkatkan kreativitas para dosen/instruktur dalam mempersiapkan pembelajaran individual

Baca juga: Prinsip Pengembangan Bahan Ajar

Jenis-jenis Modul

  1. Modul Sederhana : biasanya berupa beberapa halaman bahan atau uraian tertulis atau lembar kerja yang digunakan untuk waktu sekitar 1-2 jam pelajaran.
  2. Modul Kompleks : merupakan bahan atau uraian tertulis yang digunakan untuk waktu 20-30 jam pelajaran, modul ini juga bisa dilengkapi dengan bahan audio, video/film, kegiatan percobaan, praktikum, dsb.

Prinsip Pengembangan Modul

  1. Prinsip Goal Oriented : Berorientasi pada tujuan/kompetensi
  2. Prinsip Self-instruction : Menyokong pada konsep pembelajaran mandiri
  3. Prinsip Continuous Progress : Maju berkelanjutan sesuai dengan potensi belajar
  4. Prinsip Self Contained : Penataan materi secara modular yang utuh dan lengkap
  5. Prinsip Cross Referencing : Rujuk silang antar modul dalam mata kuliah
  6. Prinsip Self-Evaluation : Penilaian secara mandiri Tiga Cara Mengembangkan Modul
  7. Adaptasi : memilih salah satu buku dan melengkapinya
  8. Kompilasi : mengembangkan dari buku-buku atau modul lainnya
  9. Menulis Sendiri : menulis sendiri modul tersebut

Penulisan modul belajar merupakan proses penyusunan materi pembelajaran yang dikemas secara sistematis sehingga siap dipelajari oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi atau sub kompetensi. Penyusunan modul belajar harus mengacu pada kompetensi yang terdapat di dalam garis-garis besar program pendidikan dan pelatihan (GBPP) Kurikulum SMK, atau unit kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja yang telah dikembangkan dalam format GBPP. Untuk menghasilkan modul pembelajaran yang mampu memerankan fungsi dan perannya dalam pembelajaran yang efektif, modul perlu dirancang dan dikembangkan dengan mengikuti kaidah dan elemen yang mensyaratkannya (Rahdiyanta, D., 2016).

Baca juga: Faktor-Faktor yang Membuat Anak Menjadi Pemalu

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *