Metode Pembelajaran dalam Seni Tari

Metode Pembelajaran dalam Seni Tari

Metode pembelajaran dalam seni tari yang dibahas pada postingan ini ada dua yakni metode bercerita dan bercakap-cakap. Dalam artian yang sederhana, metode merupakan sebuah carayang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan yang sudah direncanakan. Namun yang harus diingat, metode dalam pembelajaran di PAUD, mempunyai ciri khas yang berbeda dengan pembelajaran di sekolah dasar dan seterusnya. Oleh karena itu, dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di PAUD, guru harus mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. Begitu pun halnya dengan pendidikan seni tari.

Pengajaran seni tarijuga membutuhkan metode yang tepat untuk anak, agar supaya dalam pelaksanaannya, anak-anak dapat mengikuti gerakan tari dengan Bahagia dan semangat, begitu juga dengan tujuan dari pendidikan seni tari bisa tercapai dengan baik.

Metode Cerita

Bercerita, menurut Gordon dan Browne (Moeslichatoen, 2004) merupakan cara untuk meneruskan warisan budaya dari satu generaske genarasi berikutnya. Selain itu, cerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Seorarang pendongeng yang baik, kata Moeslichatoen, akan menjadikan certita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. Kemudian dari pada itu keterlibatan anak terhadap cerita akan memberikan suasana yang hidup, menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak.

Metode Bercakap-Cakap

Bercakap-cakap menurut Hetherington dan Park (Moeslichatoen.2004),merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi.Berkomunikasi merupakan proses dua arah, dan untuk terjadinya suatu komunikasi dalam percakapan, diperlukan keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara. Untuk bercakap-cakap secara efektif, belajar mendengarkan dan belajar berbicara sama pentingnya. Sebagai pendengar dalam komunikasi antar pribadi, sedikitnya ada tiga hal yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti. Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas.
  2. Dapat memberitahukan kepada si pembicara dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut (Moeslichatoen, 2004). Bercakap-cakap dalam pembelajaran anak usia dini mempunyalposisi yang penting dan strategis. Hal ini karena dengan bercakap-cakap,anak dapat belajar meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain, meningkatkan keterampilan menyatakan apa yang ia rasa dan belajar menyatakan gagasan atau ide.

Selain itu, bercakap-cakap juga dapat mengembangkan perkembangan anak, seperti perkembangan kognitif, bahasa, sosial, emosional, dan konsep diri. Metode bercakap-cakap ini biasanya dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran tari. Sebelum pembelajaran tarı, guru bercakap-cakap ringan dengan anak-anak. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan semangat anak-anak dan membuat anak senang dan nyaman dalam proses belajar tari.

baca juga : Kognitif, Sosial Emosional, dan Seni Tari

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *