Kognitif, sosial emosional, dan seni tari ternyata juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Perkembangan kognitif
Dalam pembelajaran tari, tidak hanya aspek motorik anak saja yang menjadi fokus pembelajaran, tetapi juga melatih aspek kognitif anak. Hal ini, salah satunya bisa dilihat seperti sejauh mana anak mempunyai kemampuan untuk meniru gerakan dan menghafalkan urutan-urutan gerakan tari. Kematangan berfikir atau kognisi seseorang (anak), menurut Wodsworth (Rasyid, 2012: 103), memerlukan proses dan sentuhan psikis terhadap dirinya melalui interaksi fisik dan psikis dengan variasi lingkungannya. Proses yang disebutkan oleh wodsworth tersebut,sejatinya ada dalam pembelajaran seni tari.
Dalam pembelajaran sebuah tari, tentunya ada beberapa Gerakan yang harus dipahami dan dihafalkan gerak dan urutannya oleh anak,untuk menjadi sebuah tarian yang utuh. Dalam hal ini, pembelajaran seni tari juga melatih kecerdasan anak-anak dalam mengingat dan menghafal dalam proses implementasinya, pembelajaran seni tari, merupakan sebuah rangsangan bagi anak-anak dalam melatih perkembangan kognitif. Anak dilatih untuk berfikir, meniru, berkreasi dan mengahafalkan Gerakan dalam sebuah tari. Dalam hal demikian, kematangan berfikir manusia,sebenarnya diawali dengan bertikir simbolik, yang pada akhirnva dapat berfungsi memberikan ketepatan mengingat objek dan pengalaman sertamembantu anak untuk berfikir dalam memecahkan masalah
Perkembangan sosial dan emosional
Selama berada di sekolah, anak sudah mulai berinterakasi dengan anak lainnya dan dengan orang lain di lingkungan sekolah seperti guru,penjaga sekolah, dan lainnya. Interaksi sosial tersebut, merupakan hal yang baru bagi anak yang terkadang orang tua atau guru kurang memperhatikan aspek tersebut.padahal pendidikan emosi dan sosial pada anak, berada pada posisi yang penting dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Halini karena aspek sosial-emosioal ini akan mempengaruhi anak dalamberinteraksi dengan lingkungannya.
Pandai atau tidaknya anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain, salah satunya bergantung kepada aspek sosial emosional yang dimilikinya.dalam seni tari, emosi anak tercermin pada raut wajah mereka dengan bahagia, teriakkan-teriakkan penyemangat, senyum dan tertawa,dan yang lainnya. Melalui seni tari, anak-anak belajar untuk melatih mengekspresikan emosi dalam hal yang positif. Raut wajah yang selalu gembira dan ceria, ditampilkan anak dalam belajar seni tari. Sementara itu, aspek sosial dalam seni tari, bisa dilihat salahs atunya dalam tari kelompok atau berpasangan.
baca juga : Implementasi Penilaian Perkembangan Kognitif Piaget