Ketidakmampuan untuk Mempertahankan Homeostasis

Ketidakmampuan untuk Mempertahankan Homeostasis

Ketidakmampuan untuk mempertahankan homeostasis adalah kecenderungan organisme untuk mempertahankan sendiri kondisi temperatur, komposisi kimiawi, atau sejenis agar relatif stabil melalui mekanisme pengaturan nya sendiri . Dalam lingkungan pralahir,homeostasis janin dipertahankan oleh homeostasis ibunya setelah itu berbahaya harus mengambil alih tanggung jawab tersebut . Hal ini tidak mungkin dilakukan bayi karena keadaan sistem saraf otonom yang mengendalikan homeostasis tubuh dan berkembang . Penelitian mengenai fungsi fisiologis bayi yang baru lahir menunjukkan beberapa hal yang dapat tidak stabil mereka . Misalnya kecepatan pulsa besar berkisar antara 130 sampai 150 biji per menit pada saat lahir dan kemudian menurun sehingga rata-rata 117 tinggi beberapa hari kemudian dibandingkan dengan laju kecepatan bahasa rata-rata orang dewasa sebesar 70 denyut per menit kecepatan pernapasan selama seminggu pertama bayi adalah 35-45 gerakan berapa setiap menit . Temperatur tubuh bayi lebih tinggi dan lebih bervariasi karena mereka sehat daripada orang dewasa .

Menghisap dan mengunyah yang mungkin terjadi pada saat lahir belum berkembang baik . Pertama-tama bayi menghisap secara singkat sebanyak 3 atau 4 isapan , seringkali persegi ketika berusaha menelan . Karena lambung dan usus mempunyai kecepatan mengosongkan yang berbeda dan alami kesulitan dalam menghisap dan menelan maka buang air besar dan regurgitasi sering terjadi setelah bunyi mendesah dan kholik merupakan hal yang biasa . Waktu dan jumlah buang air besar variasi . Mungkin tidak satu fungsi tubuh yang terganggu dengan tiadanya homeostasis lain tidur . Biasanya tidur bayi terganggu oleh periode bangun yang singkat disebabkan oleh rasa sakit , lapar dan ketidaknyamanan didalam tubuhnya . Ringan dengan mudah dan kemudian tidur kembali dengan mudah. Kenapa bayi mengalami muntah setelah menyusui maka orang tua dapat menghitung bayi di dada dengan posisi bayi berdiri kemudian ditelungkupkan di dada ibu . Elus atau gosok punggung bayi secara perlahan dan tunggu sampai dia mengeluarkan bunyi semacam tanda iya kenyang .

baca juga : Perhatian Ilmiah Terhadap Kelahiran

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *