Gangguan Keseimbangan Terpengaruh Fisik dan Psikologis

Gangguan Keseimbangan Terpengaruh Fisik dan Psikologis

Gangguan keseimbangan terpengaruh oleh gangguan yang bersifat fisik ataupun psikologis. Gangguan kelenjar seringkali terjadi pada saat berlangsungnya pertumbuhan yang cepat, misalnya pada masa puber. Gangguan ini biasanya akan berlangsung terus sampai tiba saatnya proses pertumbuhan melambat.S etiap penyakit, meskipun ringan dan kadang- kadang, juga dapat menimbulkan pengaruh. Apalagi bila penyakit itu menahun dan cukup parah, maka diperlu kan waktu yang cukup lama untuk penyembuhannya.

Sebab gangguan psikologis, biasanya lebih bersifat emosional. Setiap gangguan emosional, walaupun ringan biasanya akan mengganggu keseimbangan diri karena akan merangsang terjadinya perubahan bormon. Gangguan emosional yang berlangsung cukup lama akan menimbulkan kekacauan hormon dan ini akan menyebabkan semakin terganggunya keseimbangan. Banyak anak-anak yang mengalami stress, dani ni akan diulas secara rinci dalam bab mengenai perkembangan emosional nantinya.

Anak-anak itu mungkin lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang penuh ketegangan karena anak dipaksakan untuk selalu mengikuti harapan dan standar orang dewasa, atau mungkin dia diasuh oleh orang yang selalu tegang, gugup, dan sangat emosional atau mereka senantiasa mengalami hambatan untuk berbuat sesuatu yang mereka inginkan. Cara mendidik anak yang autokratis juga merupakan sumber stress bagi anak-anak

baca juga : Akibat Kekurangan Gizi dan Pengaruhnya pada Tubuh

AKIBAT GANGGUAN TERHADAP KESEIMBANGAN

Bila keseimbangan tubuh mengalami gangguan, hal ini akan menghalangi proses pertum- buhan dan perkembangan anak, dan ini juga mempengaruhi pola perilakunya yang normal. Kalau gangguan keseimbangan itu hanya berlangsung sebentar, biasanya tidak begitu tampak adanya peru- bahan. Akan tetapi, bila gangguan ini berlangsung cukup lama, misalnya stress, proses pertumbuhan akan ter ganggu, misalnya tahap puber menjadi terganggu, misalnya tahap puber menjadi terlambat. Gangguan keseimbangan ini juga berkaitan erat dengan tekanan darah si anak. Apabila tekanan darahnya cenderung selalu naik di atas normal, maka anak akan merasa tegang, gugup, dan mudah tersinggung. Hal ini mempengaruhi pola tidur, makan, dan juga pola buang airnya. Bila semua pola tersebut terganggu maka anak akan menjadi terlalu gemuk atau terlalu kurus, dan bila pola buang airnya mengalami gangguan maka dia akan terkena gejala enuresis/suka mengompol.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *