Dampak Jangka Panjang Keterlantaran Emosional

Dampak Jangka Panjang Keterlantaran Emosional

Dampak jangka panjang dapat dirasakan oleh semua anak yang kurang memiliki kasih sayang dari orangtua dan lingkungannya. Semula orang beranggapan bahwa keterlantaran dari sumber pemuasan kasih sayang pada usia yang dini secara otomatis merupakan dasar dari gangguan kepribadian pada masa dewasa. Pada masa kini ternyata kemungkinannya tidak demikian. Beberapa bukti menunjukkan bahwa kondisi lain selain keterlantaran emosional juga ikut berpengaruh (3, 16, 58). Juga diperoleh bukti bahwa kecenderungan untuk mengembangkan “karakter  kasih sayang atau karakter psikopatis” sering diimbangi oleh pengalaman yang menyenangkan pada masa kanak-kanak selanjutnya (16, 83).

Keterlantaran kasih sayang merupakan satu-satunya sebab timbulnya kondisi (maladjustment) pada masa remaja dan misa dewasa. Tetapi hal itu merupakan faktor penunjahg yang penting. Telah dilaporkan bahwa malasuai yang secara langsung setau tidak langsung disebabkan oleh keterlantaran kasih sayang berasal dari ketidakbahagiaan yang umum sampai ke perilaku yang antisosial, kepribadian psikopatis, psikonerosis, atau bahkan bentuk tertentu dari psikosis, misalnya skizofrenia.

Keterlantaran emosional kemungkinan besar meningkatkan kecenderungan timbulnya maladjusment apabila hal itu disertai dengan kondisi lain yang tidak menyenangkan (44, 65, 78). Beberapa contoh akan membantu menggambarkan betapa dampak keterlantaran kasih sayang dapat berlangsung lama. Pemberontakan terhadap Otoritas pada masa remaja sering meningkat apabila remaja merasa bahwa mereka tidak pernah menerima kasih sayang yang mereka rindukan. Perkawinan pada usia muda (belasan tahun) sering merupakan cara,untuk memuaskan kerinduan akan kasih sayang dan ketenteraman emosional yang tidak pernah terpuaskan sepenuhnya karena keterlantaran kasih sayang dari orang tua, saudara, atau teman sebaya.

Penyesuaian yang buruk dalam perkawinan, dalam pekerjaan, dan sikap yang buruk terhadap hukum pada masa dewasa juga diperkuat oleh perasaan-tidak-aman yang berawal dari keter lantaran kasih sayang pada masa kanak-kanak awal (3, 65).

Terlalu Banyak Kasih Sayang

Bila dinyatakan bahwa keterlantaran kasih sayang akan merugikan bagi penyesuaian pribadi dan sosial yang baik: maka hal itu tidak berarti bahwa semakin banyak anak menerima kasih sayang akan semakin baik penyesuaian mereka. Kenyataannya, terlalu banyak kasih sayang dapat sama berbahayanya bagi penyesuaian yang baik sebagaimana terlalu sedikit kasih sayang. Orang tua yang terlalu khawatir akan keselamatan anak-anaknya atau terlalu demonstratif menunjukkan kasih sayang tidak akan mendorong anak untuk belajar mengekspresikan kasih sayang kepada orang lain.

baca juga : Katarsis Fisik dan Katarsis Mental pada Anak Usia Dini

Hal itu mendorong anak untuk memusatkan kasih sayang kepada diri sendiri dan menuntut serta mengharapkan kasih sayang dari orang lain. Akibatnya, anak semacam itu tidak mampu membina komplek empatik (empathic complex), — yaitu pertalian emosional dengan orang lain. Hal ini menimbulkan kesan bahwa anak itu tidak menaruh minat kepada orang lain. Selain itu juga ketika menaruh kasih sayang sedikit saja kepada mereka, suatu kesan yang menghalangi penerimaan mereka sebagai anggota kelompok teman sebaya (14).

Demikian artikel dampak jangka panjang keterlantaran emosional smeoga bermanfaat.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *