Di banyak keluarga, terutama di Indonesia, peran ayah sering kali dilihat dari sisi ekonomi: mencari nafkah, memastikan kebutuhan materi terpenuhi, dan hadir sesekali dalam momen penting anak. Padahal, menurut berbagai penelitian, termasuk hasil studi oleh Mila Kartika, Eka Iswati, dan Irmayanti (2021), kehadiran emosional dan keterlibatan aktif seorang ayah dalam pendidikan anak usia dini memiliki dampak yang besar bagi tumbuh kembang anak.
Saat Pandemi Membuka Mata: Ayah Ternyata Bisa dan Penting
Penelitian yang dilakukan di Kecamatan Kampar, Provinsi Riau, pada masa pandemi COVID-19, mengungkap perubahan positif yang menarik. Saat aktivitas berpindah ke rumah, para ayah yang sebelumnya sibuk bekerja di luar rumah mulai mengambil peran baru: mendampingi anak belajar di rumah.
Mereka tidak hanya menemani saat mengerjakan tugas dari guru PAUD, tetapi juga ikut bermain, membacakan cerita, dan mendukung proses belajar anak. Para ibu dalam penelitian tersebut mengakui bahwa kehadiran ayah membuat anak menjadi lebih semangat dan senang belajar. Sementara para ayah sendiri merasakan ikatan emosional yang lebih dalam terhadap anak-anak mereka.
Lebih Dekat, Lebih Bahagia
Keterlibatan ayah membawa banyak manfaat yang tidak bisa digantikan:
-
Anak merasa lebih dicintai dan dihargai.
Interaksi yang hangat membuat anak lebih percaya diri dan terbuka. -
Perkembangan sosial dan emosional anak menjadi lebih seimbang.
Anak belajar membangun relasi positif karena melihat contoh langsung dari orang tua laki-lakinya. -
Ayah menjadi panutan karakter dan nilai hidup.
Anak belajar tanggung jawab, kesabaran, dan cara menghargai orang lain.
Apa yang Bisa Dilakukan Ayah?
Menjadi ayah yang terlibat tidak harus selalu berarti menyediakan banyak waktu atau keahlian tertentu. Ada banyak bentuk keterlibatan sederhana yang bermakna:
-
Menemani anak bermain selama 15–30 menit sehari tanpa gangguan gadget
-
Membacakan cerita sebelum tidur
-
Mengajak anak berkebun, bersepeda, atau aktivitas sederhana lainnya
-
Mengantar atau menjemput anak dari sekolah
-
Menjadi pendengar aktif saat anak bercerita
Bahkan tindakan sederhana seperti mengucapkan “bagaimana harimu?” atau “ayah bangga sama kamu” bisa sangat berharga bagi anak.
Dukungan dari Sekolah PAUD
Lembaga PAUD dapat menjadi jembatan penting untuk meningkatkan peran ayah. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
-
Mengadakan kegiatan seperti “Hari Ayah di PAUD”
-
Membuka ruang komunikasi bagi ayah, tidak hanya ibu
-
Memberikan informasi parenting yang menyasar kedua orang tua
-
Menyusun kegiatan kolaboratif yang melibatkan peran ayah di rumah
Dengan pendekatan yang inklusif, sekolah tidak hanya membangun pendidikan anak, tetapi juga memberdayakan keluarga secara menyeluruh.
Kesimpulan
Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pilar penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Saat ayah terlibat secara aktif, anak akan tumbuh lebih bahagia, mandiri, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat.
Penelitian selama pandemi membuktikan: ayah bisa terlibat, dan anak sangat membutuhkannya. Sekarang, tantangannya bukan lagi “bisa atau tidak”, tetapi “mau atau tidak”.
Referensi:
Kartika, M., Iswati, E., & Irmayanti, I. (2021). Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 155–164. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.762