Postingan ini membahas tentang landasan filosofis dan religi pada PAUD. Materi diambil dari buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini yang ditulis oleh Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd
Landasan Filosofis dan Religis
Landasan filosofis dan religi pada PAUD merupakan dasar dari mendidik anak usia dini. Pendidikan dasar anak usia dini pada dasarnya harus berdasarkan pada nilai-nilai filosofis dan religi. Nilai tersebut dipegang oleh lingkungan yang berada disekitar anak dan agama yang dianutnya. Di dalam Islam dikatakan bahwa “seorang anak terlahir dalam keadaan fitrah/islam/lurus, orang tua mereka yang membuat anaknya menjadi yahudi, nasrani, dan majusi. Pendidikan agama menekankan pada pemahaman agama serta bagaimana agama diamalkan dan diaplikasikan dalam tindakan serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai agama tersebut disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak serta keunikan yang dimiliki oleh setiap anak. Islam mengajarkan nilai-nilai keislaman dengan cara pembiasaan ibadah contohnya sholat lima waktu, puasa, dan lain-lain. Oleh karena itu, metode pembiasaan tersebut sangat dianjurkan dan dirasa efektif dalam mengajarkan agama untuk anak usia dini.
baca juga :Hakikat Anak Usia Dini
Dasar-dasar pendidikan sosial yang diletakkan Islam di dalam mendidik anak adalah membiasakan mereka dalam bertingkah laku sesuai dengan etika sosial. Jika interaksi sosial dan pelaksanaan etika berpijak pada landasan iman dan taqwa. Maka pendidikan sosial akan mencapai tujuannya yang paling tinggi yaitu manusia dengan perangai, akhlak dan interaksi yang sangat baik sebagai insan yang shaleh, cerdas, bijak dan dinamis. Pendidikan Anak Usia Dini juga harus disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut oleh lingkungan disekitarnya yang meliputi faktor budaya, keindahan, kesenian dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dapat dipertanggungjawabkan. Masa pendidikan anak usia dini merupakan peletak dasar atau pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Dibutuhkan situasi dan kondisi yang kondusif pada saat memberikan stimulasi dan upaya-upaya pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak yang berbeda satu dengan yang lainnya (individual differences).
Ontologis, Epistimologis, dan Aksiologis
Landasan Filosofis dan Religi Pada PAUD secara ontologis, anak sebagai makhluk individu yang mempunyai aspek biologis psikologis. Aspek biologis adalah adanya perkembangan fisik yang berubah dari waktu ke waktu. Aspek psikologis (adanya perasaan-perasaan tertentu yang terbentuk karena situasi, seperti: senang, sedih, marah, kecewa, dihargai, dan sebagainya). Aspek sosiologis (anak membutuhkan teman untuk bermain), antropologis (anak hidup dalam suatu budaya dari mana dia berasal). Secara epistomologis, pembelajaran pada anak usia dini haruslah menggunakan konsep belajar sambil bermain (learning by playing), belajar sambil berbuat (learning by doing), dan belajar melalui stimulasi (learning by stimulating). Secara aksiologis, isi kurikulum haruslah benar dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka optimalisasi seluruh potensi anak (etis) dan berhubungan dengan nilai seni, keindahan dan keselarasan yang mengarah pada kebahagiaan dalam kehidupan anak sesuai dengan akar budaya di mana mereka hidup (estetika) serta nilai-nilai agama yang dianutnya.