Variasi dalam Pola Perkembangan Emosi

Variasi dalam Pola Perkembangan Emosi

Variasi dalam pola perkembangan emosi dapat dilihat dari beberapa segi seperti fisik dan jenis kelamin. Meskipun pola perkembangan emosi dapat dira-malkan, tetapi terdapat variasi dalam segi frekuensi, intensitas serta jangka waktu dari berbagai ma-cam emosi, dan juga usia pemunculannya. Variasi ini sudah mulai terlihat sebelum masa bayi ber-akhir dan semakin sering terjadi dan lebih menyolok dengan meningkatnya usia kanak-kanak. Karena anak-anak mengekang sebagian ekspresi emosi mereka, emosi cenderung bertahan lebih lama daripada dengan jika emosi itu diekspresikan secara lebih kuat.

Keadaan fisik dan variasi emosi

Variasi itu sebagian disebabkan oleh keadaan fisik anak pada saat itu dan taraf kemampuan intelektualnya. Ssebagian lagi disebabkan oleh kondisi lingkungan. Anak yang sehat cenderung kurang emosional dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. Sedangkan ditinjau sebagai suatu kelompok, anak-anak yang pandai bereaksi lebih emosional terhadap berbagai macam rangsangan dibandingkan dengan anak-anak yang kurang pandai. Mereka juga cenderung lebih mampu mengendalikan ekspresi emosi. Variasi dipengaruhi oleh reaksi sosial terhadap perilaku emosional. Apabila reaksi sosial ini tidak menyenangkan, misalnya, mosi tersebut akan jarang tampak terwujud dalam bentuk yang lebih terkendali dibandingkan dengan apabila reaksi sosial yang mereka terima menyenangkan. Misalnya juga pada rasa takut atau cemburu,

Keberhasilan emosi yang memenuhi kebutuhan anak mempengaruhi variasi pola emosi.

Jika ledakan marah berhasil memenuhi kebutuhan anak akan perhatian, mereka tidak hanya akan terus menggunakan perilaku tersebut untuk mencapai tujuan. Tetapi juga akan menambah intensitas ledakan marah. Penilaian mereka terhadap ledakan marah akan meningkat sebagai cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu juga ketika oranglain memberikan apa yang mereka ingikan,

baca juga : Pola Perkembangan Emosi pada Anak Usia Dini

Ditinjau sebagai suatu kelompok, anak laki-laki lebih sering dan lebih kuat mengekspresikan emosi yang sesuai dengan jenis kelamin mereka. Misalnya marah, dibandingkan dengan emosi yang dianggap lebih sesuai bagi perempuan, misalnya takut, ce-mas, dan kasih sayang. Rasa cemburu dan marah lebih umum terdapat di kalangan keluarga besar. Sedangkan rasa iri lebih umum terdapat di kalangan keluarga kecil. Rasa cemburu dan ledakan ma-rah juga lebih umum dan lebih kuat di kalangan anak pertama dibandingkan dengan anak yang lahir kemudian dalam keluarga yang sama

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *