Bagaimana Cara Menyusun Fokus Penelitian?

Bagaimana cara kita memfokuskan masalah penelitian? Apabila Anda sudah melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan pedoman berupa kriteria-kriteria di atas, ada kemungkinan Anda akan mendapatkan banyak masalah yang layak untuk diteliti. Sedikit banyaknya masalah yang dapat Anda peroleh tergantung kepekaan Anda menangkap aspek-aspek atau pernik-pernik yang terdapat di dunia pendidikan itu sendiri. Uraian berikut membahas apa yang perlu Anda lakukan apabila Anda sudah mempunyai banyak masalah yang layak untuk diteliti. Apakah Anda akan meneliti semua masalah itu? Tentu tidak.

Langkah yang perlu Anda lakukan adalah memfokuskan masalah. Mengapa? Suatu masalah yang bersifat terlalu umum dan banyak jumlahnya kelak akan menyulitkan Anda sendiri apabila masalah tersebut tidak Anda fokuskan sejak awal. Pengertian memfokuskan di sini adalah memilih danmenentukan masalah yang Anda minati dan menguraikan masalah yang terlalu umum tersebut menjadi masalah yang spesifik. Jika hal ini tidak Anda lakukan, maka Anda akan menghabiskan waktu yang sangat banyak (dan tidak perlu) ketika Anda melakukan studi literatur. Anda akan repot sendiri karena topik yang hendak Anda kaji akan melebar ke mana-mana.

Tidak nanya sampai di sini, kesulitan tersebut akan berlanjut ke tahapan-tahapan berikutnya dalam proses penelitian itu sendiri seperti penentuan tujuan, hipotesis, metodologi, pengumpulan dan pengolahan data, dan sebagainya. Bagaimana cara memfokuskan masalah? Bagi para peneliti yang sudah oerpengalaman, memfokuskan masalah mungkin bukan hal yang sulit karena stingnya telah bekerja dengan baik. Bagi yang belum berpengalaman, pedekatan sistematis dengan cara melakukan klasifikasi masalah akan membantu.

baca juga : Fungsi Penelitian Pendidikan dari 2 Sudut Pandang

Setelah itu, maka pertanyaan yang perlu Anda ajukan adalah: kategori masalah apakah yang paling menarik untuk saya teliti dan kategori masalah apaka yang saya kuasai atau mampu? Misal, Jawaban Anda atas pertanyaan tersebu adalah Alat dan Bahan Instruksional. Langksah selanjutnya yang perlu And lakukan adalah mengurai kategori tersebut menjadi subkategori yang lebih kecil seperti: (1) alat dan bahan instruksional cetak dan (2) alat dan haha instruksional elektronik (bisa Juga istulah tersebut dinamakan noncetak atau elektronik dan nonelektronik). Alat dan Bahan Instruksional Elekronik, misalnya, masih bisa diurai lagi menJadi radio, kaset, televisi video, dan computer.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *